Mitos Seputar Bedah Kosmetik yang Perlu Anda Ketahui

Jakarta (ANTARA) – Dokter bedah kosmetik senior dari The Esthetic Clinics, dr. Debraj Shome mengatakan, banyak orang memilih menjalani prosedur bedah untuk meningkatkan rasa percaya diri, memperbaiki masalah medis, dan memulihkan fungsi organ.
“Operasi hidung atau rhinoplasty umumnya dilakukan untuk membantu pasien bernapas lega ketika diketahui mengalami patah tulang hidung,” ujarnya seperti dikutip dari Hindustan Times pada hari Rabu (17/7).
Meskipun operasi plastik menjadi semakin populer dan diterima secara luas, ia mengatakan masih ada informasi yang salah seputar hal itu.
Debraj mencontohkan, masih ada masyarakat yang menganggap operasi kosmetik seperti sedot lemak sebagai cara efektif untuk menurunkan berat badan.
Padahal, katanya, sedot lemak hanya bisa menghilangkan lemak yang terlokalisasi dan bukan merupakan alternatif dari upaya penurunan berat badan.
Baca juga: Lima hal yang perlu diperhatikan sebelum operasi plastik
Anggapan bahwa operasi kosmetik dapat mengubah penampilan seseorang secara drastis juga tidak sepenuhnya benar.
Debraj mengatakan bahwa sebenarnya, prosedur kosmetik dilakukan untuk memperbaiki fitur wajah tanpa menyebabkan perubahan drastis pada penampilan.
Ia mengatakan anggapan bahwa prosedur bedah kosmetik selalu menimbulkan rasa sakit dan proses pemulihan lama tidak selalu benar.
Meskipun prosedur bedah apa pun menimbulkan ketidaknyamanan, katanya, kemajuan teknologi saat ini telah meminimalkan rasa sakit dan waktu pemulihan akibat operasi plastik.
Baca juga: Dokter jelaskan perbedaan bedah plastik estetika dan rekonstruksi
Baca juga: Rekonstruksi payudara dapat meningkatkan kualitas hidup para penyintas kanker
Penerjemah: Fitra Ashari
Redaktur : Maryati
Hak Cipta © ANTARA 2024
ditulis oleh Nusarina Buchori
the jakarta press
Anda dapat mengirimkan berita di https://t.me/trackred